The first, I say, welcome to my blog.I think that my blog still thin from what hope, but as me, It is My star.Because I hope criticism, coming and gidance from all friends.Before, I say thank you very much to You for visiting and all criticisms by me.Bravo for All!.

Search Engine

Minggu, 19 Desember 2010

Gelar Teknologi Kehutanan 2010 Badan Litbang Kehutanan

GELAR TEKNOLOGI KEHUTANAN 2010
BADAN LITBANG KEHUTANAN
Universitas Lampung – Bandar Lampung dan Desa Margasari – Lampung Timur
19 – 20 Nopember 2010


Gelar Teknologi Kehutanan Badan Litbang Kehutanan tahun 2010 dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 Nopember 2010 bertempat di Rektorat Universitas Lampung, Bandar Lampung dan Desa Margasari, Lampung Timur. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pelatihan dan pameran IPTEK kehutanan, yang diharapkan dapat menjadi salah satu sarana yang efektif dalam menyebarluaskan IPTEK kehutanan. Hasil IPTEK tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas, serta dapat memperoleh umpan balik dari pengguna untuk meningkatkan kualitas dan daya guna hasil-hasil litbang kehutanan di masa yang akan datang. Dengan demikian IPTEK kehutanan dapat menjadi basis solusi permasalahan aktual kehutanan untuk mendorong akselerasi pencapaian tujuan pembangunan kehutanan.

Gelar Teknologi Kehutanan Tahun 2010 diselenggarakan oleh Badan Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan bekerjasama dengan Pusat Hubungan Masyarakat, Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dan Rektorat UNILA.

Gelar Teknologi Kehutanan Tahun 2010 diselenggarakan dalam serangkaian kegiatan Pelatihan dan Pameran IPTEK Kehutanan.

1. Materi Pelatihan IPTEK Kehutanan, terdiri atas 7 (tujuh) topik meliputi:
a. Teknologi Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor dan Alih Teknologi Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor
b. Teknologi Budidaya dan Rekayasa Produksi Gaharu
c. Teknologi Penanganan Benih Nyamplung
d. Teknologi Budidaya Lebah Madu dan Pengolahan Pasca Panen Madu
e. Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit Hutan Tanaman
f. Teknologi Pengawetan Kayu secara Sederhana
g. Pengenalan Teknologi Agrosilvofishery

2. Materi pameran Badan Litbang Kehutanan dikelompokkan menjadi 6 (enam) topik, yaitu:
a. Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)
b. Perlindungan Hutan
c. Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Kayu
d. Konservasi dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
e. Perubahan Iklim dan Jasa Lingkungan
f. Publikasi Badan Litbang Kehutanan
Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat di www.dephut.go.id

Read More......

Sabtu, 18 Desember 2010

Wirausaha Online Modal Nol Rupiah


PT.Technopreneur Indonesia menawarkan program "Wirausaha Online Modal Nol Rupiah".

Yang kami tawarkan kepada anda adalah sebuah bisnis online menjadi Mitra Agen Iklan dengan sistem bagi hasil. Sistem Mitra Keagenan dapat dilakukan perseorangan. Sebagai seorang agen anda memiliki hak untuk menjual produk dan jasa kami, dengan komisi yang telah disepakati.

* Anda berhak menjual produk pemasangan iklan di website kami, dan mendapat
komisi jika pemasangan iklan tersebut adalah dari hasil referensi anda :

* www.MobilRaya.com
* Harga jual pasang iklan mobil adalah Rp 100.000, komisi untuk anda adalah
Rp 50.000,

* www.RumahRaya.com
* Harga jual pasang iklan rumah adalah Rp 100.000, komisi untuk anda adalah
Rp 50.000,

* www.AyoNikah.com
* Harga jual keanggotaan kontak jodoh adalah Rp 100.000, komisi untuk anda
adalah Rp 50.000,

Untuk bergabung/Mendaftar Silahkan Buka Salah Satu Link Dibawah ini:
http://www.ti.co.id/?mitra=sakinah2003
http://www.ayonikah.com/?mitra=sakinah2003
http://www.mobilraya.com/?mitra=sakinah2003
http://www.rumahraya.com/?mitra=sakinah2003


Bagaimana bisa modal Rp 0,- (nol rupiah) ?
Berbeda dengan bisnis Off-Line (bisnis makanan, pakaian dll) yang membutuhkan biaya. Sebaliknya produk kami, dengan produk On-Line dan sistem yang ter-Komputerisasi dan sangat effisien, tidak perlu ada biaya yang perlu dibebankan kepada anda.

Yang dimaksud modal nol rupiah adalah, anda tidak perlu membayar kepada kami sejumlah uang untuk memperoleh hak menjual produk kami. Justru kami akan membayar komisi kepada anda jika anda berhasil melakukan transaksi penjualan produk-produk kami.

Dalam menjalankan usaha menjadi agen ini setidaknya anda membutuhkan perlengkapan berikut :
- Komputer atau Laptop
- Internet (adsl, gsm, wifi, HP, warnet, apa saja asalkan koneksi internet)
- Kamera digital atau HP berkamera. (tidak harus ada)
- Printer. (tidak harus ada)
- Selanjutnya tentu skill wirausaha dan kemampuan menjual.

Apa yang saya dapat ?
Kami ingin menjalin kemitraan yang fair (adil) dan Win-Win Solution untuk kami dan anda. Tentunya kami menawarkan uang komisi yang sangat menarik 50% : 50 % untuk setiap penjualan yg terjadi atas referensi anda. Karena produk kami Online, maka telah tersedia sistem komputerisasi, sehinga setiap penjualan secara otomatis tercatat dan komisi otomatis juga ditambahkan ke dalam account anda.

Read More......

Sabtu, 14 Agustus 2010

Dashyatnya Pahala Memberi Makan Berbuka Puasa


Bulan Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan Ramadhan adalah kesempatan menuai pahala melimpah. Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Dengan memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan.

Inilah janji pahala yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”[1]

Al Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air.[2]

Ath Thobari rahimahullah menerangkan, “Barangsiapa yang menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar bahwa orang yang mempersiapkan segala perlengkapan perang bagi orang yang ingin berperang, maka ia akan mendapatkan pahala berperang. Begitu pula orang yang memberi makan buka puasa atau memberi kekuatan melalui konsumsi makanan bagi orang yang berpuasa, maka ia pun akan mendapatkan pahala berpuasa.”[3]

Sungguh luar biasa pahala yang diiming-imingi.

Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah keutamaan yang diraih dari do’a orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.”[4] Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.[5]

Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo’akan sebagaimana do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku][6]

Tak lupa pula, ketika kita memberi makan berbuka, hendaklah memilih orang yang terbaik atau orang yang sholih. Carilah orang-orang yang sholih yang bisa mendo’akan kita ketika mereka berbuka. Karena ingatlah harta terbaik adalah di sisi orang yang sholih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada ‘Amru bin Al ‘Ash,

يَا عَمْرُو نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

"Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta di tangan hamba yang Shalih."[7]

Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga.[8] Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »

"Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya." Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, "Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?" Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, "Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur."[9]

Seorang yang semangat dalam kebaikan pun berujar, “Seandainya saya memiliki kelebihan rizki, di samping puasa, saya pun akan memberi makan berbuka. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Sungguh pahala melimpah seperti ini tidak akan saya sia-siakan. Mudah-mudahan Allah pun memudahkan hal ini.”

Lalu bagaimanakah dengan Anda?

Read More......

ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN DALAM MEMBANGUN HUTAN KOTA

Telah dijelaskan bahwa dalam sejarah perkembangan peradabannya, manusia semula selalu bersahabat dengan alam. Rumah tempat tinggal manusia yang dekat dengan hutan, akan akrab dengan flora dan fauna. Sedangkan yang tinggal dekat dengan laut sangat akrab dengan deburan ombak, hembusan angin, hutan pantai dan bakau. Namun dengan berkembangnya pemukiman dari desa yang kecil dan sederhana menjadi kota yang besar dan kompleks mengakibatkan terjadinya pelepasan diri manusia bahkan ada kecenderungan untuk "menghancurkan" hutan. Hasilnya baru kemudian dirasakan adalah menurunnya kualitas lingkungan hidup.
Beberapa kota besar telah membangun dan mengembangkan hutan kota untuk mengantisipasi masalah tersebut di atas, namun ada juga pembangunan hutan kotanya masih dalam tarap perencanaan.
Fraksi Karya Pembangunan DPRD Tingkat I Bali pada tanggal 25 April 1991 telah mengajukan pertanyaan kepada Pemerintah Daerah Tk I tentang rencana pembangunan hutan kota di propinsi Bali. Juru bicara fraksi tersebut lebih lanjut menegaskan bahwa jangan sampai tanah sudah habis dibangun, baru mencari tanah untuk hutan kota (Pedoman Rakyat, 25-4-1991).
Pada tanggal 2 Mei 1990 Wahana Lingkungan Hidup Indonesia juga mempertanyakan tentang realisasi pembangunan hutan kota di Jakarta. Target penghijauan di Jakarta baru terealisasi 10% saja (Kompas, 26-10-1990). Padahal menurut rencana luasan lahan yang harus dihijaukan adalah sekitar 40% dari luas 650 km2. Menurut Rencana Induk 1965-1985 (tahun 1977) luasan lahan yang harus dihijaukan di Jakarta adalah 23.750 Ha (Kompas, 26-10-1990). Pada kenyataannya taman-taman di Jakarta sebanyak 181 dari 394 taman telah berubah fungsi menjadi lokasi pedagang kaki lima, gardu listrik, pompa bensin dan kantor RW (Suara Pembaruan, 2-5-1990).
Soeriatmadja dalam Seminar Penghijauan Kota yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung dan Pikiran Rakyat menyatakan tahun 1961 kota Bandung yang luasnya 8.098 Ha terdiri dari taman alam dan buatan seluas 3.431 Ha. Namun setelah 20 tahun kemudian hanya tinggal 716 Ha saja (Suara Pembaruan, 29-1-1991). Perhitungan yang dilakukan berdasarkan pendekatan kebutuhan oksigen berdasarkan Rumus Gerakis pada tahun 1988 di Kotamadya Bandung mestinya sudah harus tersedia penghijauan sebesar 5.093,61 Ha (Ryanto, 1989).
Beberapa hambatan yang dijumpai dan sering mengakibatkan kurang berhasilnya program pengembangan hutan kota antara lain:
1. Terlalu terpaku kepada anggapan bahwa hutan kota harus dan hanya dibangun di lokasi yang cukup luas dan mengelompok.
2. Adanya anggapan bahwa hutan kota hanya dibangun di dalam kota, padahal harga lahan di beberapa kota besar sangat mahal. Harga tanah misalnya di Jakarta di kawasan Jl. Jend. Sudirman Rp. 5,5 juta/m2, di Jl. Gatot Subroto Rp. 3,5 juta/ m2 dan di kawasan Jl. Rasuna Said Rp. 2,2 juta/m2 (Suara Pembaruan, 7-11-1990).
3. Adanya konflik dari berbagai kepentingan dalam peruntukan lahan. Biasanya yang menang adalah yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Karena hutan kota tidak mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, maka lahan yang semula diperuntukkan bagi hutan kota, atau yang semula telah dibangun hutan kota, pada beberapa waktu kemudian diubah peruntukannya menjadi supermarket, real-estate, perkantoran dan lain-lain.
4. Adanya penggunaan lain yang tidak bertanggung jawab seperti:
- Bermain sepak bola,
- Tempat kegiatan a-susila,
- Tempat tuna wisma,
- Pohon sebagai tempat cantolan kawat listrik dan telepon,
- Pangkal pohon sering dijadikan sebagai tempat untuk membakar sampah,
- Sebagai tempat ditancapkannya reklame dan spanduk.
- Vandalisme dalam bentuk coretan dengan cat atau goresan dengan pisau.
- Gangguan binatang : anjing, kucing, tikus dan serangga.
Beberapa upaya penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan- hambatan tersebut di atas antara lain:
1. Hutan kota dapat dibangun pada tanah yang kosong di kawasan : pemukiman, perkantoran dan industri, tepi jalan, tikungan perempatan jalan, tepi jalan tol, tepian sungai, di bawah kawat tegangan tinggi, tepi jalan kereta api dan berbagai tempat lainnya yang memungkinkan untuk ditanami.
2. Pengukuhan hukum terhadap lahan hutan kota. Dengan demikian tidak terlalu mudah untuk merubah kawasan ini menjadi peruntukan lain.
3. Pembuatan dan penegakan sanksi bagi siapa yang menggunakan lahan hutan kota untuk tujuan-tujuan tertentu di luar peruntukannya.
4. Sanksi yang cukup berat bagi siapa saja yang melakukan vandalisme.
5. Melindungi tanaman dengan balutan karung atau membuat pagar misalnya dari bambu, agar binatangtidak mudah masuk dan merusak tanaman.
Masalah hutan kota yang paling mendasar hingga saat ini adalah : (1) dukungan dari penentu kebijakan, (2) dukungan finansial, (3) dukungan masyarakat, dan (4) tenaga ahli. Oleh karena itu untuk memperoleh keberhasilan pembangunan dan pengembangan hutan kota di Indonesia dukungan-dukungan seperti yang telah disebutkan di atas perlu disempurnakan secara sungguh-sungguh.
Ilmu hutan kota merupakan suatu disiplin ilmu yang relatif baru, namun sangat perlu dan segera harus dikembangkan, karena mempunyai keuntungan antara lain:
1. Melalui penyuluhan hutan kota kepada masyarakat dapat disampaikan tentang pentingnya menciptakan lingkungan hidup di perkotaan yang sehat, indah, bersih, nyaman dan alami, sehingga dapat dijadikan sebagai komponen pelengkap dalam mewujudkan kemajuan, ketahanan dan masa depan bangsa Indonesia. Usaha penataan kota seperti yang telah dilakukan oleh beberapa kota seperti : Jakarta, Bandung, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya diharapkan akan berjalan lebih pesat lagi dan dapat diikuti dengan beberapa kota lainnya.
2. Turut mengembangkan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup di perkotaan.
3. Sebagai salah satu bukti nyata tentang keterlibatan disiplin ilmu kehutanan dalam memecahkan masalah lingkungan global.
4. Menciptakan lapangan kerja baru bagi sarjana kehutanan dan lulusan sekolah dibawahnya.
5. Turut serta dalam menangkal kampanye Anti Penggunaan Kayu Tropis.
6. Turut mensukseskan program kunjungan wisata ke Indonesia.
7. Mengubah persepsi masyarakat barat yang tidak tepat.
8. Membantu pemerintah dalam program udara bersih (PRODASIH)

Read More......

Jumat, 13 Agustus 2010

HUTAN KOTA DAN MANFAATNYA

Hutan kota memiliki banyak fungsi baik secara langsung maupun tidak langsung, salah satunya merupakan penyerap gas CO2 di areal perkotaan yang cukup penting, selain itu juga berfungsi sebagai pusat keindahan, Peredam Kebisingan, pelestarian plasma nuftah, sebagai habitat hewan/burung, sebagai tempat wisata dll. Dengan berkurangnya jumlah hutan di pusat kota dapat mengurangi kemampuan hutan kota dalam menyerap gas CO2 ini akan mengakibatkan suasana kota yang pengat, panas, gersan dan tidak indah.
Cahaya matahari akan dimanfaatkan oleh semua tumbuhan baik hutan kota, hutan alami, tanaman pertanian dan lainnya dalam proses fotosintesis yang berfungsi untuk mengubah gas CO2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. Dengan demikian proses ini sangat bermanfaat bagi manusia, karena dapat menyerap gas yang bila konsentrasinya meningkat akan beracun bagi manusia dan hewan serta akan mengakibatkan efek rumah kaca. Di lain pihak proses ini menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia dan hewan.
Beberapa manfaat dari Hutan Kota adalah :
1. Hutan Kota sebagai tempat wisata
2. Pelestarian Plasma Nutfah
3. Penahan dan Penyaring Partikel Padat dari Udara
4. Penyerap dan Penjerap Partikel Timbal
5. Penyerap dan Penjerap Debu Semen
6. Peredam Kebisingan
7. Mengurangi Bahaya Hujan Asam
8. Penyerap Karbon-monoksida
9. Penyerap Karbon-dioksida dan Penghasil Oksigen
10. Penyerap dan Penapis Bau
11. Mengatasi Penggenangan
12. Mengatasi Intrusi Air Laut
13. Produksi Terbatas
14. Ameliorasi Iklim
15. Pengelolaan Sampah
16. Pelestarian Air Tanah
17. Penapis Cahaya Silau
18. Meningkatkan Keindahan
19. Sebagai Habitat Burung
20. Mengurangi Stress
21. Mengamankan Pantai Terhadap Abrasi
22. Meningkatkan Industri Pariwisata
23. Sebagai Hobi dan Pengisi Waktu Luang

Read More......

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN SAGU SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN DI SULAWESI SELATAN.

Tingkat persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan sagu sebagai alternatif pangan (sumber karbohidrat) di Sulawesi Selatan dibagi dalam dua kategori yang didasarkan pada skor total yang diperoleh rensponden yaitu persepsi tinggi dan rendah. Persepsi masyarakat dinilai tinggi jika skor total yang diperoleh berkisar antara 7 – 12 sedangkan persepsi masyarakat dinilai rendah jika skor total yang diperoleh berkisar antara 0 – 6. Tingkat persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan sagu sebagai salah satu alternatif pangan disajikan pada Tabel …. Berikut.

Lokasi

Tingkat
Persepsi Kabupaten
Luwu Kabupaten
Luwu Utara Kota
Makassar Total
N % N % N % N %
Tinggi 34 57 48 79 0 0 82 54
Rendah 26 43 13 21 30 100 69 46
60 100 61 100 30 100 151 100


Tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa secara umum tingkat persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan sagu sebagai salah satu alternatif pangan di Sulawesi Selatan adalah tinggi. Jika dibandingkan antara persepsi masyarakat di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara dengan Kota Makassar sangat jauh berbeda. Hal ini disebabkan karena Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara merupakan sentra penghasil sagu dimana masyarakatnya umumnya menggunakan sagu sebagai makanan pokok kedua setelah beras. Sedangkan di Kota Makassar umumnya menggunakan sagu sebagai makanan pelengkap atau salah satu variasi makanan.
Frekuensi masyarakat dalam mengkonsumsi sagu di Sulawesi Selatan berbeda-beda. Masyarakat di Kabupaten Luwu sebanyak 21 % masyarakatnya sangat sering mengkonsumsi sagu, 32 % sering dan 47 % masyarakatnya yang kadang-kadang mengkonsumsi sagu sebagai salah satu pangan pengganti beras. Masyarakat di Kabupaten Luwu Utara sebanyak 52 % yang sangat sering mengkonsumsi sagu, 43 % yang sering dan selebihnya sebanyak 5 % yang kadang-kadang mengkonsumsi sagu. Sedangkan masyarakat kota Makassar hanya 10 % saja yang sangat sering mengkonsumsi sagu, 33 % yang sering dan sebanyak 57 % yang kadang-kadang saja mengkonsumsi sagu.
Tingginya persentase masyarakat yang sangat sering mengkonsumsi sagu di Kabupaten Luwu Utara disebabkan karena sagu bagi sebagian besar masyarakat (85 %) merupakan makanan pokok mereka yang kedua setelah beras. Sedangkan masyarakat di Kabupaten Luwu hanya sekitar 35 % saja yang menjadikan sagu sebagai makan pokok kedua selain beras. Sedangkan masyarakat di Kota Makassar sesebagian kecil saja (23 % ??) yang menjadikan sagu sebagai makanan pokok kedua setelah beras.
Penggunaan sagu sebagai bahan pangan dapat mempengaruhi pola konsumsi beras. Sebanyak 72 % masyarakat di Kabupaten Luwu menyatakan bahwa tingkat konsumsi beras mereka menjadi berkurang setelah mengkonsumsi sagu dalam sehari. Demikian halnya dengan masyarakat di Kabupaten Luwu Utara, sebanyak 85 % juga menyatakan hal yang sama. Sedangkan bagi masyarakat di Kota Makassar umumnya (97 %) menyatakan tingkat konsumsi beras mereka tidak mengalami perubahan.
Alasan bagi masyarakat mengapa mereka mengkonsumsi sagu berbeda-beda disetiap lokasi kajian. Masyarakat di Kabupaten Luwu umumnya mereka mengkonsumsi sagu karena rasanya enak dan sudah merupakan kebiasaan secara turun temurun dengan persentase masing masing sebesar 32 %. Alasan lainnya adalah karena bahannya mudah didapat, harganya terjangkau dan sebagai pengganti nasi dengan persentase masing-masing sebesar 20 %, 3 % dan 13 %. Sedangkan masyarakat di Kabupaten Luwu Utara umumnya mereka mengkonsumsi sagu karena rasanya enak (33 %), bahan baku mudah didapat (26 %), harganya terjangkau (11 %), dapat dijadikan sebagai pengganti nasi (20 %), dan karena kebiasaan (10 %). Masyarakat di Kota Makassar umumnya mengkonsumsi sagu karena rasanya enak, (87 %), harganya terjangkau (7 %), factor kebiasaan (3 %), dan sebagai pengganti nasi (3 %).
Jika suatu saat terjadi krisis beras, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Luwu (75 %) dan Luwu Utara (100 %) menyakatakan bahwa sagu dapat dijadikan sebagai alternative pangan pengganti beras. Sedangkan bagi masyarakat di Kota Makassar hanya 10 % yang menyatakan hal tersebut di atas.
Sebanyak 63 % masyarakat di Kabupaten Luwu telah melakukan upaya diversifikasi dalam pengolahan. Demikian halnya dengan masyarakat di Kabupaten Luwu Utara sebanyak 88 % telah melakukan diversifikasi produk sagu. Sedangkan konsumen di kota makassar hanya sekitar 10 % saja yang telah melakukan upaya diversifikasi produk. Produk sagu yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat yang berfungsi sebagai pengganti nasi adalah kapurung dan dange.

Read More......

Jumat, 30 Oktober 2009

Para Pemimpin Uni-Eropa Harus Membantu SBY Melindungi Hutan Indonesia


Riau, Indonesia — Para aktivis Greenpeace membentangkan spanduk berukuran 20x50 meter dengan gambar wajah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicholas Sarkozy di lahan gambut yang baru saja dhancurkan di Sumatra. Kegiatan ini dilakukan menjelang konferensi pemimpin Uni-Eropa yang akan dimulai tanggal 29 Oktober 2009 di Brussels, Belgia. Aksi ini di Indonesia menandai peluncuran rangkaian kegiatan di Kamp Pembela Iklim Greenpeace di Riau yang diharapkan memancing perhatian para pemimpin dunia akan pentingnya melindungi hutan sebagai langkah penting mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menghindari perubahan iklim.

“Uni Eropa mengakumulasi utang karbon historisnya dengan memicu deforestasi dan penghancuran hutan di luar negara mereka. Saatnya kini para pemimpin Uni Eropa bertanggung jawab untuk berkomitmen memberi bantuan dana publik dalam jumlah yang sepadan untuk mencegah hilangnya hutan tropis yang tersisa.” tegas Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Indonesia memiliki laju deforestasi tertinggi diantara negara-negara yang memiliki hutan di dunia dan menjadi contoh nyata perlunya rencana matang yang didukung dengan dana bantuan internasional untuk melindungi hutan tropis. Dimotori permintaan pasar dunia terhadap produk kertas dan minyak kelapa sawit, sejak 1950 lebih dari 74 juta hektar hutan Indonesia telah sepenuhnya hancur, ditambah area sekitar yang juga mengalami kerusakan berat.

Kehancuran lahan gambut di Indonesia saja bertanggungjawab atas 4% emisi global gas rumah kaca hasil tindakan manusia, menjadikan Indonesia negara ketiga terbesar penghasil gas rumah kaca setelah Amerika Serikat dan Cina. Tingginya emisi tersebut disebabkan oleh dua alasan – pesatnya laju deforestasi dan degradasi serta pembakaran lahan gambut. Lahan gambut di Asia Tenggara diperkirakan menyimpan 42 milyar ton karbon dan sekitar 80% atau 35 milyar ton dari jumlah tersebut tersimpan di Indonesia. Lahan gambut di Indonesia mewakili hanya kurang dari 0,1% dari luas tanah di bumi namun bertanggung jawab akan 1,8 milyar ton emisi per tahun.

Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengidentifikasi industri kayu, minyak kelapa sawit, pertanian, serta pulp (bubur kertas) dan kertas sebagai penyebab kekeringan lahan gambut, deforestasi dan emisi yang dihasilkan Indonesia. Dalam laporan disebutkan bahwa bila tidak ada tindakan tegas yang dilakukan, diperkirakan kadar pelepasan emisi tersebut akan terus meningkat.

Pada pertemuan negara-negara G20 di Pittsburgh, Amerika Serikat, Presiden Yudhoyono berkomitmen mengurangi emisi karbon Indonesia sebesar 26% pada tahun 2020 – meningkat ke angka 41% dengan dukungan internasional. Dengan melakukan ini, Presiden menunjukkan kemauan keras dan kepemimpinan yang kuat dari Indonesia. Semangat ini sangat dibutuhkan untuk membantu dunia menghindari kekacauan iklim.

“Sebagai Presiden dari negara dengan hutan tropis terbesar yang tersisa, kata-kata Presiden Yudhoyono adalah harapan untuk jutaan orang yang sudah menderita akan dampak perubahan iklim. Agar beliau dapat mengubah komitmennya menjadi tindakan, beliau membutuhkan bantuan finansial dari negara-negara maju untuk mewujudkan komitmennya. Para pemimpin Uni-Eropa harus menunjukkan sikap kepemimpinan seperti Presiden Yudhoyono dan berikan dukungan nyata terhadap sesuatu yang mereka percayai, dengan segera memberikan dana” jelas Shailendra Yashwant, Direktur Kampanye Greenpeace Asia Tenggara.

Bagi Greenpeace, dukungan Uni-Eropa harus ditunjukkan setidaknya dengan komitmen yang jelas dari para pemimin Uni Eropa untuk:

*
Mendukung pengembangan pendanaan global untuk iklim dibawah Perjanjian Iklim UNFCCC, dijalankan oleh mekanisme finansial baru yang kuat dan mengikat secara hukum yang akan menggerakkan setidaknya 30 milyar Euro dari pendanaan publik per tahun untuk periode 2013-2020, ditujukan untuk pembiayaan pengembangan dan implementasi rencana nol deforestasi di negara-negara tropis.
*
Meniadakan skema kredit pertukaran-emisi pada hutan (forest offset) dari pasar karbon internasional – REDD harus menjadi tambahan untuk pengurangan emisi dalam negeri dari negara-negara Annex 1 dan tidak boleh menciptakan kerugian untuk perubahan yang diperlukan menuju ekonomi masa depan yang rendah karbon.
*
Mempromosikan tujuan membawa laju deforestasi hutan tropis menuju angka nol sebelum 2020 – Upaya untuk mengurangi namun tidak mengakhiri deforestasi tropis tidak hanya akan memperpanjang masalah, namun juga tidak akan menghadirkan hasil yang diperlukan untuk menghindari bahaya perubahan iklim, kepunahan spesies dan kehancuran ekosistem.
*
Mengutamakan perlindungan hutan alam seutuhnya (REDD), dan meniadakan subsidi untuk kegiatan hutan untuk industri (REDD+) yang akan mengancam keanekaragaman hayati dan kesatuan ekologi, serta seringkali menjadi jalan untuk tindak deforestasi. Sangatlah penting untuk memastikan pendanaan publik untuk REDD tidak digunakan untuk subsidi perkebunan tanaman industri (“HTI”), penebangan kayu di hutan tropis dan konversi hutan alam menjadi perkebunan.
*
Menyatakan secara jelas bahwa masa depan mekanisme REDD dikeluarkan dan dirancang untuk berkontribusi terhadap tujuan Perjanjian PBB terhadap Keanekaragaman Hayati. Dampak terhadap keanekaragaman hayati harus secara eksplisit dipertimbangkan dalam segala tata cara, peraturan dan kegiatan REDD.

Read More......

Senin, 06 Juli 2009

Pilih Hutan, Pilih untuk Masa Depan Kita!


Jika hutan yang tersisa diperlakukan sama, pemerintah yang akan datang tidak hanya akan bersalah dalam melakukan kejahatan terhadap lingkungan dan mengambil hak 40 juta masyarakat yang bergantung pada hutan akan tempat tinggal dan penghidupan mereka, pemerintah ini juga akan bersalah karena melakukan kejahatan iklim, yang dampaknya jauh melewati batas-batas negara Indonesia.

Pemilihan Presiden pada tanggal 8 Juli adalah kesempatan dan sekaligus ancaman. Kesempatan bagi kandidat yang berhasil, untuk membantu Indonesia untuk mendapatkan keuntungan dari pendanaan perlindungan hutan dan energi bersih, dan ancaman bagi jutaan lagi orang Indonesia yang akan merasakan dampak pengrusakan hutan selanjutnya dan memburuknya perubahan iklim.

Beberapa bulan terakhir Greenpeace telah menghubungi tim sukses ketiga kandidat, dengan tujuan mendorong mereka untuk mengambil tindakan untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan deforestasi.

Pada saat kampanye pemilihan Presiden bulan lalu, Jusuf Kalla telah meminta bantuan Greenpeace untuk menarik pendanaan dari negara maju untuk melindungi hutan yang diakuinya hampir habis. Megawati Soekarnoputri telah membicarakan masalah moratorium deforestasi dan Susilo Bambang Yudhoyono tidak mengatakan apa-apa. Namun Presiden Yudhoyono berjanji untuk menghentikan deforestasi pada saat kampanye pemilihan legislatif di Magelang, bulan April lalu.

Sejauh ini kita hanya mendengar kata-kata manis dan janji kosong, tapi tidak ada rencana tindakan untuk mengatasi masalah yang menjadi kunci bagi selamatnya ekonomi dan masyarakat Indonesia dan juga penting bagi usaha global dalam memerangi pemanasan global.

Greenpeace mengunjungi stasiun-stasiun TV dan kampanye pilpres untuk memerankan debat kandidat dengan tim Presiden versinya sendiri, untuk mendorong kandidat sebenarnya untuk serius dalam menghadapi perubahan iklim dan deforestasi.

Para pemimpin dunia akan membuat keputusan penting pada pertemuan iklim PBB di Kopenhagen Desember mendatang untuk melindungi hutan dunia. Negara-negara maju menjanjikan milyaran dolar untuk perlindungan hutan di Indonesia. Tetapi Indonesia harus menunjukkan komitmennya untuk dapat menerima uang ini. Ini berarti mendeklarasikan moratorium pada berlanjutnya deforestasi demi memberi waktu dan ruang yang diperlukan untuk penerapan sistem baru yang memastikan uang perlindungan hutan diterima oleh yang paling membutuhkannya.

Presiden yang terpilih nanti mempunyai kesempatan besar dan tanggung jawab yang lebih besar lagi untuk mengamankan masa depan kita dan menghentikan pengrusakan hutan Indonesia yang sama saja seperti bunuh diri.

Ini adalah kesempatan terakhir sebelum kita memilih, dan mengetahui siapa Presiden yang memiliki rencana tindak lanjut untuk melindungi hutan dan berkomitmen melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

Hutan kita adalah warisan dan jaminan keamanan bagi anak cucu kita serta generasi selanjutnya.

Mari beraksi dan Kirimkan email kepada calon presiden Indonesia!

* Ini adalah kesempatan terakhir sebelum kita memilih, dan mengetahui siapa Presiden yang memiliki rencana tindak lanjut untuk melindungi hutan dan berkomitmen melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

Dukung kami!

* Yup, Greenpeace adalah organisasi kampanye independen. Dukungan finansial dari individu-individu seperti anda adalah tulang punggung untuk kampanye-kampanye Greenpeace.

Read More......

Rabu, 01 Juli 2009

ASEAN harus Hentikan Batubara untuk Hindari Malapetaka Iklim


Bali, Indonesia — Greenpeace hari ini menghimbau kepada negara-negara ASEAN untuk segera mengurangi pembangkit tenaga listrik batubara dan berinvestasi pada energi terbarukan untuk menghindari malapetaka iklim, di akhir pertemuan ASEAN Forum On Coal (AFOC) ke tujuh di Bali. Beberapa aktivis Greenpeace membentangkan spanduk dengan tulisan “Quit Coal” di pintu masuk Padma Hotel di Legian selama acara penutupan.
Saat ini ASEAN terus tergantung pada batubara yang membawa kawasan menuju percepatan perubahan iklim dengan dampak seperti kekeringan, banjir dan kelaparan akibat berkurangnya hasil pertanian yang mengancam kehidupan ratusan juta orang. Pada pertemuan itu membicarakan perluasan penggunaan batubara, ASEAN seharusnya saat ini mulai menyepakati rencana untuk keluar dari pemanfaatan batubara dan beralih pada ekonomi yang rendah karbon

Laporan terbaru dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dan program lingkungan untuk Asia Tenggara (EEPSEA) mengidentifikasi bahwa Asia Tenggara adalah satu di antara kawasan yang paling rentan terhadap perubahan iklim. ADB memperkirakan setidaknya kawasan ini akan kehilangan enam atau tujuh persen pendapatan tahunan atas dampak perubahan iklim di akhir abad ini jika tidak ada tindakan untuk mengatasi perubahan iklim. Di samping biaya ekonomi dan iklim dari batubara, Indonesia baru saja memperingatkan adanya biaya kemanusiaan dari bencana di Sawahlunto, Sumatera Barat yang menelan nyawa 31 petambang.

Jika dihitung, emisi CO2 dari penggunaan bahan bakar fosil ini bisa lebih dari setengah dari seluruh emisi gas rumah kaca Indonesia sekarang dan akan terus meningkat di tahun 2050 jika tidak ada tindakan yang diambil. Negara-negara ASEAN perlu untuk memikirkan kembali strategi mereka untuk memilih cara penggunaan, memproduksi, menyimpan dan mendistribusikan energi yang secara pasti akan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Negara-negara anggota ASEAN memiliki banyak sumberdaya energi terbaharui dan harus segera mengembangkannya. Sebagai contoh, Indonesia memiliki cadangan energi geothermal terbesar di dunia dan bisa menyediakan 9,5 gigawatt energi hingga tahun 2025. Namun saat ini kurang dari lima persen sumber panas bumi bangsa ini digunakan. Greenpeace mendesak pemerintah Indonesia dan ASEAN untuk meningkatkan sasaran pada energi terperbaharui, terutama panas bumi, angin, tenaga surya dan micro-hydro serta mengembangkan produk hukum dan peraturan yang selama ini jadi hambatan terbesar dalam investasi di bidang energi terperbaharui.

Pemerintah Filipina telah membuat undang-undang energi terperbaharui di akhir tahun 2008, yang membawa negara itu pada energi bersih di masa mendatang yang akan membawa keuntungan ekonomi selama negara memotong emisi karbonnya.

Satu-satunya solusi yang akan menjauhkan kita dari malapetaka iklim dan memberikan kita masa depan hanyalah dengan pemanfaatan yang lebih besar pada energi diperbaharui, mengurangi bertahap penggunaan batubara dan berhenti merencanakan nuklir, digabungkan dengan pelaksanaan program-program efisiensi energi dalam skala besar. Negara-negara ASEAN perlu menunjukkan bahwa kawasan ini serius menangani perubahan iklim, saatnya mengkritisi pembicaraan iklim di Copenhagen, Desember tahun ini.

Read More......

Perubahan Iklim


Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya – yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.

Kita sudah mengetahui sebagian dari akibat pemanasan global ini – yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar – Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.

Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.

Sebagai sebuah organisasi global berskala internasional, Greenpeace memusatkan perhatian kepada mempengaruhi kedua pihak yaitu masyarakat dan para pemegang keputusan atas bahaya dibalik penambangan dan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai organisasi regional, Greenpeace Asia Tenggara memusatkan perhatian sebagai saksi langsung atas akibat dari perubahan iklim global, dan meningkatkan kesadaran publik tentang masalah yang sedang berlangsung. Greenpeace SEA juga berusaha mengupayakan perubahan kebijakan penggunaan energi di Asia Tenggara di masa depan – yaitu beranjak dari ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil kearah sumber-sumber energi yang terbarukan, bersih dan berkelanjutan.

Taktik Kampanye Iklim dan Energi adalah mengkonfrontasi tantangan yang dimiliki industri berbahan bakar yang berasal dari fosil – terutama, pembangkit listrik pembakar-batubara dan penghasil energi berbasis-nuklir – sementara, di waktu yang sama menyuarakan dan mendorong solusi atas ketergantungan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai contoh, GreenpeaceSEA mempromosikan kebijakan dan proyek yang dapat menghasilkan energi murah berasal dari angin dan energi matahari, dan advokasi terhadap efisiensi energi alternatif.

Read More......

Apa yang harus dilakukan para penguasa!

Greenpeace
Para aktivis Greenpeace memakai topeng dengan dua sisi muka yang berbeda guna menunjukkan sifat Departemen Kehutanan yang bermuka dua. Para aktivis memegang bibit pohon di satu tangan dan gergaji mesin di tangan lainnya guna menunjukkan bagaimana pemerintah di satu sisi memfasilitasi penggundulan hutan sementara di sisi lain mendorong kegiatan penanaman pohon, Jakarta, 6 Agustus 2008.

Para aktivis Greenpeace menunjukkan bagaimana pemerintah di satu sisi memfasilitasi penggundulan hutan sementara di sisi lain mendorong kegiatan penanaman pohon.
Besarkan Gambar

Seluruh pemerintahan di dunia dan kalangan industri harus melindungi hutan hujan tropis yang tersisa sebelum semuanya terlambat demi menyelamatkan iklim, masyarakat pemilik dan yang hidup di sekitar hutan serta keanekaragaman hayati.

Kami meninginkan penghentian deforestasi di hutan hujan tropis tersisa pada tahun 2015

Beberapa cara untuk menghentikannya:

1) Pelarangan pembalakan dan pengrusakan lahan gambut

Indonesia : Moratorium atau jeda sementara seluruh konversi hutan dan lahan gambut.

2) Membeli minyak kelapa sawit dari produksi perkebunan yang bertanggung jawab

Baik pemasok maupun pengguna minyak sawit harus menghentikan pembelian dari perusahaan yang tidak mendukung moratorium atau jeda sementara atas alih fungsi hutan dan lahan gambut.

3) Perjanjian Iklim Internasional

* Bagi negara-negara yang ingin mendapatkan dana dari perdagangan karbon, seperti Papua Nugini, harus bersungguh-sungguh menghentikan deforestasi pada tahun 2015. Mereka harus mengambil langkah nyata penghentian pembalakan ilegal dan merusak.
* Tahap lanjut Protokol Kyoto harus menghentikan deforestasi untuk mengurangi emisi global gas rumah kaca. Kami menuntut komitmen yang mengikat secara hukum dengan target dan karena waktu yang tegas.
* Proses dari Protokol Kyoto harus mengadopsi usulan Greenpeace berjudul ‘Forest for Climate’ guna melindungi hutan serta hak-hak dan penghidupan masyarakat adat.

Read More......

Kehancuran Hutan Menyebabkan Perubahan Iklim

Greenpeace SEA-Indonesia

Forest fires burn in Riau Province, Sumatra, Indonesia, releasing huge amounts of carbon dioxide. Deforestation accounts for around one fifth of global greenhouse gas emissions. Indonesia is the world's third largest climate polluter, due in part to rampant destruction of peatland forests for palm oil plantations.

Kebakaran hutan di Propinsi Riau meyumbang emisi gas rumah kaca. Deforestasi tak terkendali di Indonesia mendudukan Indonesia sebagai negara pencemar terbesar ketiga di dunia.

Pengundulan hutan atau deforestasi melepas gas rumah kaca (GRK) dalam jumlah sangat besar, menyumbang terjadinya perubahan iklim yang berbahaya.

Hutan tropis menyimpan karbon di tanah dan pepohonan. Seperti spons/busa, hutan tropis menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fossil sebagai sumber energi.

Kita membutuhkan hutan dengan luasan besar untuk 'meredam' dan melawan perubahan iklim dan menjaga bumi. Tetapi yang terjadi kita melakukan sebaliknya. Kita Menghancurkan Hutan.

Pengerusakan hutan menyumbang 20% dari emisi GRK setiap tahun. Dan lebih banyak lagi emisi yang dihasilkan dari seluruh dunia seperti dari mobil, truk, kereta, kapal dan pesawat di 2004.

Di Indonesia, hutan rawa gambut lenyap akibat pembalakan, pengeringan dan di bakar untuk perluasan kelapa sawit. Lahan gambu ini (kadang-kadang hinggakedalaman 12 meter) menyimpan karbon yang sangat besar. Ketika mereka di keringakn dan di bakar akan menjadi sebuah bom karbon, melepaskan hampir dua milliyar ton karbondioksida berbahaya setiap tahun.

Foto-foto ini menceritakan bagaimana perluasan kelapa sawit di Indonesia dapat menyumbang perubahan iklim :

Berkat pengundulan hutan dan lahan gambut, Indonesia menjadi negara pencemar polusi ketiga terbesar di dunia setelah Amerika dan Cina. Dari 85% emisi yang dihasilkan Indonesia, emisi bersumber dari penghancuran hutan dan konversi lahan gambut

Di Papua Nugini, sekita 83% dari hutan yang dapat diolah secara kormesial lenyap atau menyusut pada tahun 2021 jika laju pembalakan terus dilakukan (1). Hutan tersisa di papua nugini menyimpan dua kali lipat emisi yang di hasilkan di seluruh yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil di tahun 2004. Penebangan hutan telah melepaskan emisi GRK dan berkontribusi meningkatkan GRK di atmosfir
Apa yang harus kita lakukan

Untuk menghentikan perubahan iklim. Pembalakan dan pengerusakan hutan di hentikan dengan tujuan penghentian pengerusakan hutan tropis duni pada tahun 2015.

(1) Shearman et al, The State of the Forests of Papua New Guinea, University of Papua New Guinea (2008), available 18/8/08 at UPNG Remote Sensing Centre.

Read More......

Kamis, 18 Juni 2009

LITBANG KEHUTANAN KEMBANGKAN KAYU LAPIS SAWIT

Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kehutanan mengembangan penggunaan batang kayu sawit yang sudah tidah produktif lagi untuk dijadikan kayu lapis. Penggunaan batang sawit sebagai bahan baku industri kayu lapis ini memiliki keuntungan ganda, pertama bisa memanfaatkan limbah menjadi komoditas bernilai ekonomis tinggi. Kedua, solusi mencegah terus berlanjutnya degradasi alam karena dengan adanya bahan baku dari non kehutanan, maka penebangan kayu di hutan alam akan berkurang.

Pengembangan kayu lapis sawit ini cukup menjanjikan karena potensi bahan baku batang sawit cukup besar, diperkirakan hasil replanting sebesar 25 juta m3/tahun. Pengembangan areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan secara pesat. Pada tahun 1998 luas tanaman perkebunan sawit telah mencapai lebih dari 2,63 juta ha, sedangkan pada tahun 2003 luas perkebunan sawit telah mencapai lebih dari 4,93 juta ha. Data tersebut menunjukkan bahwa perluasan kebun sawit nasional dalam periode tersebut mencapai lebih dari 400.000 ha per tahun.

Saat ini telah dilakukan kerjasama Litbang Kehutanan dengan PT INHUTANI IV Riau dengan melakukan ujicoba pemanfaatan batang sawit untuk venir dan kayu lapis di pabrik PT Asia Forestama Raya, Rumbai, Riau. Kerjasama tersebut merupakan pioner dalam komersialisasi kayu sawit, sehingga hasil yang diperoleh akan menjadi dasar kebijakan dalam penyusunan prosedur pemanfaatan batang sawit dan mekanisme pengembangan industri kayu sawit. Bahan sawit yang digunakan dalam ujicoba terdiri dari dua kelas umur, yaitu tanaman sawit umur 22 dan 25 tahun, dengan volume kayu masing-masing 60m3 dan 40 m3. Kedua kelompok tanaman ini berasal dari areal perkebunan PTP Nusantara V, Riau.

Beberapa catatan hasil ujicoba tersebut yaitu :
1.Batang sawit dapat dimanfaatkan untuk pembuatan panel kayu lapis dengan
menggunakan fasilitas konvensional yang terdapat pada industri kayu lapis.
2.Percobaan produksi venir kayu menghasilkan rendemen venir basah dan kering,
masing-masing sebesar 67% dan 36%.
3.Perlakukan pemadatan (densifikasi) pada struktur venir kayu sawit dapat
mengurangi volume kayu sawit hingga 50%.
4.Rendemen venir maupun panel kayu lapis sawit lebih rendah dibandingkan
dengan rendemen produksi kayu dari hutan tanaman maupun kayu dari hutan rakyat.
5.Peningkatan efisiensi dan produktivitas dalam pembuatan venir dan panel kayu
lapis sawit dapat dilakukan melalui beberapa modifikasi pada mesin dan
peralatan produksi.
6.Produk kayu lapis sawit memiliki nilai ekonomi relatif baik dibandingkan dengan
produk serupa yang terbuat dari kayu hutan tanaman.
7.Produksi venir dan kayu lapis sawit secara komersial perlu melibatkan pihak
perkebunan sebagai pemilik bahan baku. Hal ini perlu diperhatikan guna
memperoleh kepastian pasokan bahan baku, menghindari gangguan pihak ketiga,
serta minimasi biaya bahan baku.

Read More......

Selasa, 28 April 2009

NASIB TEKNISI LITKAYASA LITABNGHUT SEKARANG (HARAPAN YANG TERTUNDA)


Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa merupakan jabatan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang memiliki ijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Atas, yang memungkinkan mencapai Pangkat/Golongan Ruang sampai dengan Penata Tk. I / IIId sesuai dengan jabatan yang diduduki berdasarkan angka kredit yang dimiliki.
Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa pertama kali diberlakukan sejak keluarnya KepMen Negara PAN No. 33 Tahun 1990, serat Surat Edaran Bersama anatar Menteri Riset dan Teknologi / Ketua BPPT dengan Kepala BAKN No. 256/MNI/1991, No. 12/SE/1991.
Dengan keluarnya Keppres No. 87 Tahun 1999 tentan Rumpun Jabatan Fungsional bagi PNS ditetapkan bahwa hanya ada 4 (empat) jenjang jabatan, baik jenjang jabatan fungsional keahlian maupun jenjang jabatan fungsional keterampilan, yg dulunya sembilan jenjang jabatan menjadi empat jenjang. Dimana pada saat itu Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) selaku instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa mengajukan usul penyesuain dan sekaligus peninjauan terhadap Keputusan Menpan No. 33 Thn 1990 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya, yaitu dengan terbitnya Keputusan Menpan No. 23/KEP/M.PAN/2/2003 tentang jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya dimana diatur perubahan jenjang jabatan dari sembilan jenjang menjadi empat jenjang serta perubahan dalam pengaturan butir kegiatan dan penetapan angka kreditnya. Untuk melaksanakan keputusan tersebut, diterbitkan Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BPPT dan Kepala BKN no. 01/SKB/MRTN/2003 – No. 45/KEP/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Kemudian pada tahun 2004 Menteri PAN melalui Surat Keputusan No. 193/KEP/M.PAN/11/2004 menetapkan perubahan atas Surat Keputusan No. 23/Kep/M.PAN/2/2003 dan Surat Keputusan No. 24/KEP/M.PAN/2/2003 perihal pelimpahan wewenang instansi Pembina Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Perekayasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) kepada BPPN.
Keputusan Menteri Riset dan Teknologi No. 92 Tahun 2003 tentang Petunjuk Teknisi Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Dan Anka Kreditnya yang merupakan jabaran dari petunjuk pelaksanaan yang tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BPPT dan Kepala BKN No. 01/SKB/MRTN/2003 – No. 45/KEP/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Di dalam petunjuk teknisi ini dimana bagi teknisi yang sekolah baik itu S1,S2 dan S3 (sesuai dengan tupoksi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi dimana bekerja/ditempatkan), dan memperoleh ijazah, maka nilai pendidikan sekolahnya memperoleh angka kredit tertinggi = 60 (Unsur Utama.
Selanjutnya berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya yang tertuang dalam peraturan bersama antara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Tekknologi dan Kepala Badan Kepegawaian No. 160/KA/BPPT/X/2005 dan NO. 19 A Tahun 2005 dipandang perlu untuk menyempurnakan buku Petunjuk Jabatan Fungsional Teknisi Laitkaysa dan Angka Kreditnya, yang kemudian diubah lagi dengan Keputusan Kepala Badan Pengkajia dan Penerapan Teknologi (dalam hal ini betindak sebagai Pembina dari Teknisi Litkayasa) No. 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknisi Jabatan Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditnya. Dimana dalam petunjuk teknisi ini bagi teknisi yang sekolah baik itu S1,S2 dan S3 (sesuai dengan tupoksi Unit Teknisi Litkayasa di Instansi dimana bekerja/ditempatkan), dan memperoleh ijazah, maka nilai pendidikan sekolahnya memperoleh angka kredit tertinggi = 5 dan dianggap sebagai Unsur Penunjang.
Disamping itu bagi teknisi yang sudah selesai pendidikan sekolahnya, apakah itu beasiswa atau swadana yang mempunyai angka kredit ≥ 100, untuk kenaikan pangkatnya tidak bisa lagi melompat langsung ke Golongan IIIa (walaupun angka kreditnya mencukupi), tapi dengan melalui tahapan setiap 2 tahun naik pangkat.Contohnya Si A dengan biaya Swadana (disertai ijin belajar) telah menyelesaikan SI jurusan Kehutanan, dengan pangkat Pengatur Golongan IIc, dimana pada saat itu, Si A mempunyai angka kredit 105 (diluar ijazah S1).Karena dengan adanya SK baru tersebut, Si A ini tidak bisa langsung mengusulkan ke pangkat IIIa walaupun angka kreditnya sudah mencukupi untuk kesana.Si A ini harus melalui tahapan, dia harus ke golongan IId dulu baru bisa ke IIIa.
Perlu diketahui, bahwa sekarang teknisi yang ada di Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan rata-rata telah melanjutkan sekolahnya ke SI walaupun itu dengan biaya sendiri (swadana).Dan sekarang telah banyak yang sudah selesai. Pada kesempatan, kami dari teknisi meminta kepada penentu kebijakan untuk meninjau kembali Keputusan Kepala Badan Pengkajia dan Penerapan Teknologi (dalam hal ini betindak sebagai Pembina dari Teknisi Litkayasa) No. 147/Kp/BPPT/V/2007 tentang Petunjuk Teknisi Jabatan Teknisi Litkayasa dan Angka Kreditny, yang mana sangat merugikan khususnya bagi para teknisi baik yang sudah selesai maupun yang sementara lagi melanjutkan S1-nya.

Read More......

Senin, 01 Desember 2008

HARI MENANAM POHON INDONESIA


Presiden Republik Indonesia Tetapkan Hari Menanam Pohon Indonesia

SIARAN PERS
Nomor : S. 531 /PIK-1/2008

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TETAPKAN HARI MENANAM POHON INDONESIA

Dalam upaya memasyarakatkan gerakan menanam dan memelihara pohon secara nasional sebagai sikap hidup dan budaya bangsa, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 28 November 2008 sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Penetapan tersebut dituangkan dalam bentuk Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia. Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai awal dimulainya penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan menanam pohon tersebut dilanjutkan dengan penetapan kegiatan menanam pohon selama bulan Desember, sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional.

Penetapan tersebut juga merupakan upaya melakukan kesinambungan terhadap kegiatan pencanangan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor tanggal 28 Nopember 2007, yang merupakan awal dimulainya kegiatan menanam selama bulan Desember 2007 sebagai Bulan Menanam Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan momentum strategis bangsa Indonesia dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan, serta kerusakan lingkungan lainnya yang mengakibatkan penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan.

Menindaklanjuti terbitnya Keppres Nomor 24 tahun 2008 tersebut, saat ini tengah dilakukan persiapan pelaksanaan Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia oleh Presiden RI pada tanggal 28 Nopember 2008 yang akan datang, bertempat di areal Dodiklatpur Rindam III Siliwangi, Desa Ciuyah, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.

Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia dilaksanakan pukul 09.00 waktu setempat, ditandai dengan pemukulan kentongan dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden RI. Penanaman pohon secara simbolik Presiden RI beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono dijadwalkan setelah pembacaan do’a, diikuti oleh undangan lainnya. Untuk pelaksanaan Aksi Penanaman Pohon di daerah (propinsi/kabupaten), dengan mempertimbangkan kondisi waktu yang bertepatan dengan hari Jumat, maka dijadwalkan pelaksanaannya serentak pada pukul 09.00 waktu setempat.

Untuk penanaman simbolis, disiapkan bibit pohon yang terdiri dari beberapa jenis kayu dan Multi Purpose Trees Species (MPTS) khas daerah setempat. Adapun jenis bibit yang disiapkan untuk penanaman simbolis yaitu Nyamplung, Buni, Sukun, Rambutan, Damar, Nyawai, Kokolecean, Mahoni, Manglid, Pulai Suren, Salam, Durian, Pala, dan Puspa, total sebanyak 200 batang.

Partisipasi berbagai pihak dalam hal bantuan bibit kepada masyarakat maupun bantuan spanduk selanjutnya diatur dan difasilitasi oleh Dinas Kehutanan Propinsi Banten dan Dinas Kehutanan Kabupaten Lebak.

Read More......

Selasa, 18 November 2008

http://tabanas.langkahbaru.com/?up=2067

Bagi anda yg berminat dan ingin gabung disini, coba aja dilhat dan diklik banner di bawah ini, yang pasti ada manfaat yang diperoleh setelah bergabung......



Read More......

Selasa, 14 Oktober 2008

JENIS-JENIS ROTAN YANG ADA DI INDONESIA

Sebagaimana kita ketahui bahwa di Indonesia kaya akan sumber daya alamnya (Biodeversity). Salah satu diantaranya yang berasal dari hasil Hutan Bukan Kayu yakni Rotan.Di Indonesia ada byk jenis rotan, dibawah ini dapat kita lihat jenis-jenis rotan yg sdh diketahui. Di bawah ini ada sekitar 312 jenis beserta daerah sebaran dan nama lokalnya.Lebih jelasnya dapat dilhat sebagai berikut :
No. NAMA BOTANI DAERAH SEBARAN NAMA LOKAL
1 Calamus acidus Becc Sulawesi asam (Mly)
2 acuminatus Becc Kalimantan
3 adspersus Bl Sumatra, Jawa, Maluku howe–bogo (Sund), wulu
4 ahli durii Sulawesi batang merah
5 albus Pers (C. rudentus Roxb) Maluku putih,uwa-puti,u.ela (Amb)
6 altiscandeus Burr Irian Jaya
7 amphybolus Becc Maluku tuni, biau
8 anomalus Burr Irian Jaya
9 aquatilis Ridl Sumatra, Kalimantan bakau (Mly)
10 arfakianus Becc Irian jaya
11 aruensis Becc Maluku
12 aspermus Bl Jawa leuleus, huwi–semulik
13 axillaris Bl Jawa, Sumatra, Kalimantan sega–air, s.banyu (Plmbng)
14 bacularis Becc Kalimantan Cempaka (Serwk)
15 barbatus Zipp Irian Jaya
16 bengkulunensis Becc Sumatra
17 bifacialis Burr Kalimantan
18 bilitonensis Becc Sumatra ramit (Belitung)
19 blumei Becc Kalimantan
20 boniensis Becc Sulawesi Tomani
21 branchystachys Becc Kalimantan landak, pangrungrung
22 brasii Burr Irian Jaya
23 bravifolius Becc Irian Jaya
24 burckianus Becc Jawa howe – balukbuk (Sund)
25 caesius Bl Sumatra, Kalimantan sega, taman, sego, sesah
26 castaneus Griff Sumatra Sabut
27 cawa Bl Maluku uwa – kawa (Amb), kadat
28 ciliaris Bl Jawa cacing, pueteuy, geureung
29 colorrhynchus Becc Kalimantan
30 conjungatus Furt Kalimantan
31 corrugatus Becc Kalimantan
32 crinitus Jawa, Kalimantan Lacak
33 cuthbersonil Becc Irian Jaya
34 Dachagensis Furt Kalimantan
35 depanperatus Ridl Irian Jaya
36 didymocarpus Warb Sulawesi hoa, nona, lauro
37 diepenhorstii Miq Sulawesi
38 distendus Burr Irian Jaya
39 divaricatus Becc Kalimantan
40 equestris Willd Maluku uwa launkana (Amb)
41 erioacanthus Becc Kalimantan
42 exilis Griff Sumatra, jawa ageung, uwi pahe (Plbang)
43 eximius Burr Irian Jaya
44 fasijugatus Burr Sumatra
45 ferrugineus Becc Kalimantan
46 fertilis Becc Irian Jaya
47 filiformis Becc Kalimantan batu, kawat
48 flabellatus Becc Kalimantan, Sulawesi dahan, berman
49 fuscus Becc Irian Jaya
50 gibbsianus Becc Kalimantan
51 gonospermus Becc Kalimantan
52 halmaherensis Burr Maluku
53 hartmannii Becc Irian Jaya
54 heterocanthus Zipp Irian Jaya
55 heteroideus Bl Jawa korod, omas
56 heteroideus var depenperatus Jawa
57 heteroideus var palleus Bl Sumatra, Jawa tretes – hejo
58 hewittianus Becc Kalimantan
59 hispidulus Becc Kalimantan buluk (Pontnk)
60 hollrungii Becc Kalimantan buku akar
61 horrens Bl Sumatra, Jawa
62 humboldtianus Becc Irian Jaya
63 Hypertrichosus Kalimantan
64 impor Bl Kalimantan pulut
65 inops Becc Sulawesi tohiti
66 insignis Griff Sumatra
67 interruptus var docilis Becc Irian Jaya
68 jaherianus Becc Kalimantan
69 javensis Bl Sumatra, Jawa, Kalimantan lilin, cacing
70 javensis var acicularis Bl Kalimantan
71 javensis var exilis Becc Jawa
72 javensis var mollispinus Becc Kalimantan
73 javensis var pollyphylus Sumatra, Kalimantan
74 javensis var sublevis Becc Kalimantan
75 javensis var tertasticjus Kalimantan
76 Kandariensis Becc Sulawesi
77 karuensis Ridl Sulawesi
78 kishii Furt Kalimantan
79 kjellbergii Furt Sulawesi
80 klossii Ridl Irian Jaya
81 koordersianus Becc Sulawesi
82 latisectus Burr Sumatra
83 laceratus Burr Irian Jaya
84 ladermannianus Becc Irian Jaya
85 lanterbranchii Becc Irian Jaya
86 leijocaulis Becc Sulawesi jermasin, hoa
87 leiophatus Barlett Sumatra
88 leptostachys Becc Sulawesi ronti, telang
89 macrochlamys Becc Irian Jaya
90 macrogorii Becc Irian Jaya
91 macrospadix Burr Irian Jaya
92 macrosphaerion Becc Sulawesi tohiti kasar
93 manam Miq Sumatra, Kalimantan manau
94 marginatus Mart Kalimantan manau gajah, m. padi
95 Mattanensis Becc Kalimantan marau, sabut
96 Mattanensis var sabut Becc Kalimatan
97 mayrii Burr Irian Jaya
98 malanoloma Mart Jawa howe-leuleus, h. lilin
99 melanochetes Mart Jawa seel
100 Minahasae Warb Sulawesi lauro, datu, rintek
101 moskowkianus Becc Irian Jaya
102 mucronatus Becc Kalimantan tunggal
103 multicentosus Burr Irian Jaya
103 myriacanthus Becc Kalimantan
105 myriocarpus Burr Irian Jaya
106 nannosachys Burr Irian Jaya
107 nanus Burr Kalimantan
108 Nematospadix Kalimantan
109 obscurus Warb Sulawesi batu
109 opacus Bl Sumatra
110 optimus Becc Kalimantan merenung, buyung, selutup
111 optimus var mitis Becc Kalimantan
112 ornatus Bl Sumatra, Jawa, Sulawesi seuti, selian, kesur
113 ornatus var celebius Becc Sulawesi batang, lambang
114 ornatus var sumatranus Becc Sumatra tabu-tabu
115 orthostachys furt Sulawesi
116 oxleyanus Teysm et Binn Sumatra manau-tikus
117 oxleyanus var obovatus Becc Sumatra manau gajah
118 pachystachys Warb Sulawesi
119 palembanicus Becc Sumatra
120 panci jugus Becc Sulawesi tongka, daun-pinang, wulo
121 Papuanus Becc Irian Jaya
122 paspalanthus Becc Kalimantan
123 pedicellatus Becc Sulawesi samole, toromataha, wuta
124 penibukanesis furt Kalimantan
125 pigmaceus Becc Kalimantan
126 pilosellus Becc Kalimantan
127 pilosissimus Becc Irian Jaya
128 pisicarpus Bl Maluku bulu
129 plicatus Bl Sulawesi
130 poensis Becc Kalimantan
131 pogonacanthus Becc Kalimantan samuli
132 polycladus Burr Irian jaya
133 polystachys Becc Jawa, Kalimantan, Sulawesi telang, uwi lelah
134 prattianus Becc Irian Jaya
135 pseudomolis Becc Sulawesi
136 pseudoulur Becc Kalimantan
137 Pseudozebrianus Burr Irian Jaya
138 ralumensis Warb Irian Jaya
139 regularis Burr Kalimantan
140 reinwardtii Mart Jawa, Kalimantan
141 reticulatus Burr Irian Jaya
142 retrophyllus Becc Sumatra, kalimantan
143 robinsonsianus Becc Maluku
144 Rhombiodeus Sumatra, Jawa, Kalimantan sampang, dudur
145 romboideus var cuberri Miq Sumatra
146 rostratus Furt Kalimantan
147 rubiginosus Ridl Kalimantan
148 rugosus Becc Sumatra, Kalimantan
149 rumphii Bl Maluku arasuli, holite (Amb)
150 ruvidus Becc Kalimantan lilin
151 rhytidomus Becc Kalimantan jelai–batu
152 srawalensis becc Kalimantan
153 scabrifolius Becc Kalimantan, Sumatra inun, kikir, mengkekeran
154 scabristaphus Becc Irian Jaya
155 schleterianus Becc Irian Jaya
156 scrhristacanthus Bl Kalimantan dandan
157 schaeferianus Burr Sumatra
158 schristacanthus Bl Sumatra dandan
159 scipionum Burr Sumatra, Kalimantan semambu
160 sclerecanthus Becc Sulawesi batu
161 semai Becc Kalimantan
162 sepikensis Becc Irian jaya
163 serrulatuss Becc Irian Jaya
164 sessilifolius Burr Irian Jaya
165 setigerus Burr Irian Jaya
166 simphysipus Mart Sulawesi ombol, waka – waka (Bugs)
167 slootenii Furt Kalimantan
168 sobensis Becc Kalimantan
169 spectabilis Bl Jawa
170 spectabilis var sumatranus Sumatra uwi peledes (Plbng)
171 Sphaerieliferus Kalimantan
172 spinulinervis Becc Kalimantan
173 stramineus Furt Kalimantan
174 subinervis H wendl Kalimantan
175 sumbawaensis Burr Nusa Tenggra
176 tapa Becc Kalimantan
177 tamentosus Becc Kalimantan
178 tenenpokensis Furt Kalimantan
179 timorensis Becc Nusa Tenggara
180 tolitoliensis Becc Sulawesi salompea, apek
181 trachicoleus Becc Kalimantan irit, jahab
182 ulur Becc Sumatra uwi sabu, ulur
183 unifarius H. wendl Sumatra, Jawa kesur, sege,uwi kertas
184 vesticus Becc Irian Jaya
185 viminalis Wendl Jawa karokok, penjalin glatik
186 viridispinus var sumatranus Sumatra
187 warbugii k. schum Irian Jaya suwai, sasami
188 Wariwarensis Irian Jaya
189 winklerianus Becc Kalimantan tawangkis
190 Zebrianus Becc Irian Jaya
191 zollingeri Becc Sulawesi batang, pondos saisagan
192 zonatus Becc Kalimantan perdas
193 Ceratolobus concolor Bl Sumatra, Jawa uwi tikus
194 discolor Becc Kalimantan
195 glaucescens Bl Jawa
196 hallieranus Becc Kalimantan lamayoh (dyk)
197 kingianus Becc Kalimantan
198 laevigatus Becc Sumatra, Kalimantan kulus (dyk)
199 rostratus Becc Sumatra, Kalimantan
200 Cornera conirostris Becc (furt) Sumatra, Kalimantan
201 Daemonorops acamptostschys Becc Kalimantan
202 acantholoma Becc Kaliamntan
203 aruensis Becc Maluku
204 asteracanthus Becc Kalimantan
205 bakauensis Becc Sumatra
206 beguinii Burr Maluku kalapa (Amb), hahulu
207 binaendijkii Becc Sumatra
208 calapparia Bl Maluku
209 calicarpa Mart Sumatra
210 callarifera Becc Kalimantan
211 calothyrsa furt Kalimantan
212 confusa furt Sumatra
213 crinita Bl Sumatra, Kalimantan
214 cristata Bl Kalimantan
215 depressiuscula Becc Sumatra
216 didymophylla Becc Sumatra, Kalimantan
217 didymophylla var. cinnamonea Becc Kalimantan
218 draco Bl Sumatra jernang
219 dracuncula Ridl Sumatra
220 florida Becc Kalimantan
221 formicaria Becc Kalimantan
222 fornesii Becc Sumatra gelong (Ranau/Plbng)
223 gracilipes Miq. (Becc) Sumatra
224 halleriana Becc Kalimantan
225 hystrix Mart Sumatra kalangsintangang, sabut
226 hystrix (Grift) Mart Kalimantan
227 hystrix var. exielans Becc Kalimantan
228 javanica Furt Jawa
229 korthalsii Bl Kalimantan
230 lamrolepis Becc Sulawesi lapa, lita, tambaelulu
231 lasopatha Furt Kalimantan
232 longipedunculata Furt Kalimantan
233 longispatha Becc Kalimantan
234 longipes Mart (Griff) Sumatra ompoy, duduk (Mly), tanah
235 longispinosa Burr Sumatra
236 longistipes Burr Kalimantan
237 macroptera Becc Sulawesi kuyui, manuk, umbut
238 mattanensis Becc Kalimantan
239 megalocarpa Burr Sumatra
240 melanochaetes Becc Sumatra,Jawa seel,selang,penjalin manis
241 melanochaetes var D. macrocorpa Becc Sumatra
242 melanochaetes var D. padangensis Becc Sumatra
243 melanochaetes var macrocymbo Becc Jawa
244 melanochaetes var microcarpa. T et B. Jawa
245 microcarpha Burr Sumatra
246 microstachys Becc Kalimantan
247 migra (Rump) Bl Maluku
248 mirabilis Mart Kalimantan bambulan
249 mirabilis var. oligocyclis Becc Kalimantan
250 monticola (Grift) Mart Kalimantan
251 motleyl Becc Kalimantan
252 neptilis (Wendl) Becc Kalimantan
253 niger Bl Maluku itam (Mly), mete (Amb)
254 oblonga (Reinw) Bl Sumatra, Jawa pitik, trete
255 oxycarpa Becc Kalimantan
256 pachyrostris Becc Kalimantan
257 palembanica Bl Sumatra nangga, niyem (Lmpng)
258 palembanica var. bangkana Becc Sumatra
259 periacantha Miq Kalumantan, Sumatra landak, pakak (Plbng)
260 plagiocyla Burr Sumatra
261 pleioclara Burr Kalimantan
262 propinque Becc Sulawesi
263 riedenliana (Miq) Becc Sulawesi Pondos wasal
264 robusta Warb Sulawesi batang, pondos kuluwi
265 rubra (Reinw) Bl. Jawa, Sumatra pelah, sepet, bebuwar
266 sabensis Becc Kalimantan, Sumatra tabutabu
267 schlechteri Burr Sulawesi
268 scopigera Becc Kalimantan
269 serisinorum Warb Sulawesi benang, nako, ngalum
270 singalana Becc Sumatra
271 sparsiflora Becc Kalimantan
272 spectabilis Becc Kalimantan
273 stenophylla Becc Sumatra
274 trichroa Miq Sumatra bungkus, kelemuning (Kbu)
275 turbinata Becc Kalimantan
276 ursina Becc Kalimantan
277 uschdraweitiana Burr Sumatra
278 verticilliaris (Grift) Mart Kalimantan, Sumatra gelang, semut, monok (Lpng)
279 Korthalsia angustifolia Bl Kalimantan getah
280 brasii Burr Irian Jaya
281 cheb Becc Kalimantan
282 celebica Becc Sulawesi yaki, keis
283 conclor Burr Kalimantan
284 debilis Bl Sumatra, Kalimantan dahanan
285 echinometra Becc Sumatra, Kalimantan udang, siu, meiya, hurang
286 ferox Becc Kalimantan sampang
287 flagellaris Miq Sumatra, Kalimantan dahanan, andung
288 fulcata Becc Kalimantan
289 halleriana Becc Kalimantan
290 hispida Becc Sumatra
291 horrida Becc Kalimantan
292 junghunii Miq Jawa sampang, simpang, sampay
293 laciniosa Mart Sumatra uwi dahanan
294 macrocarpa Becc Kalimantan
295 mauleri Bl Kalimentan
296 paucijuga Becc Kalimantan
297 rigida Bl Sumatra, Kalimantan meladang (Bangka)
298 robusta Bl Sumatra pakrai (Klmtn)
299 rubiginosa Becc Kalimantan bidai (Bltung), dahanin
300 scaphigera Mart Sumatra, kalimantan semut, semot, lalun (Dyk)
301 teysmanii Miq Sumatra, Jawa tangkurungan (Plbng)
302 wallichiaefolia Wendl Sumatra bilah-kinjau (Lmpng)
303 zippelii Bl Irian Jaya kaprus, opka
304 Myrialepsis scortechnii Becc Sumatra sertung, kirtung (Mly)
305 triqueter becc Kalimantan lapak
306 Plectocomia bilitonensis Becc Sumatra
307 elongata Becc Sumatra, Jawa bubuay, penjalin-warak
308 griffithii Bl Jawa bubuay
309 muelleri Bl Sumatra buwai (Bltng)
310 sumatrana Miq Sumatra
311 Plectocomiopsis corneri Furt Sumatra
312 germinimflorus Becc Sumatra loa (Bltng), poporan (Lmpng)

Read More......

Kamis, 11 September 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H


Get Hari Raya Graphics Here



Sebelumnya saya minta maaf, baru lg menulis soalnya lagi sibuk sekali dikantor.
Oh ya sebelumnya sy ucapkan Minal Aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H, semoga kita kembali kefitrah masing-masing. Semoga di hari raya ini, kita pergunakan sebaik-baiknya untuk mengabdikan diri kita ke Yang Khalig..Akhir kata jikalau selama ini saya banyak dosa dan salah, kiranya mohon dimaafkan, sayalah hanyalah manusia biasa yang tidak luput drkesalahan dan dosa.

Read More......

Selasa, 01 Juli 2008

Cerita2 Bikin Org Ketawa...hehehheheheh!!!

MASIH SANGGUP

Setiap bulan Ramadhan didaerah Tasikmalaya, Diskotik dan Bar diharuskan tutup jam 1 malam, jika lewat dari itu maka akan terkena razia.Pada suatu malam ada Diskotik yang nekat buka sampai jam 2, lalu terjadilah razia yang melibatkan banyak aparat.Semua PSK disuruh berbaris untuk didata. Pada saat itu lewat seorang nenek tua yang akan pergi ke pasar untuk membeli sayuran. Si nenek heran ada apa malam-malam kok pada berbaris.
Nenek Tua: "Pak polisi ada apa kok mereka disuruh baris? (tanya nenek kepada polisi yang sedang mengamankan orang-orang yang menonton)Polisi 1: "Oh itu sedang dibagikan permen," jawab polisi sekenanya.Lalu si nenek berfikir dalam hati. "Wah boleh juga tuh kalo dapat permen, lumayan. Ikut baris ah...!Si nenek tua pun ikut baris. Setelah semua sudah didata sekarag giliran nenek tua.
Polisi 2: Sambil kebingungan bertanya "loh nek, emang masih 'kuat'?Nenek Tua : Menjawab dengan enteng "Kalo cuma ngemut doang sih saya masih kuat.

TERGANTUNG PANJANG CELANANYA...!
Dari sebuah terminal sebuah Angkutan Kota (Angkot) melaju dengan tiga orang penumpang. Seorang nenek-nenek dan dua orang anak sekolah. Tak lama kemudian turunlah anak sekolah yang berseragam Biru-putih, disusul 100 meter kemudian anak sekolah yang memakai seragam abu-abu putih, turun. Kemudian jarak 100 meter lagi sang nenek pun turun. Nenek itu menyerahkan uang 200 rupiah, sang supir yang belum dapat setoran marah-marah apalagi BMM juga naik, sambil berkata.Supir : "Bah.. Berapa pula yang kau kasih Nek? Kurang ini...!"Nenek : "Kok kurang nak...!Supir : "Jelas saja kurang mana ada ongkos dua ratus perak.Nenek : "lho.. tadi anak sekolah pakai celana pendek bayar Rp.500, pakai celana panjang bayar Rp.1000.Aku tak pakai celana bayar Rp.200 lah..!", ujarnya sambil melirik ke bawah.

Apa Kategori Ikan FavoritAnda?IKAN SALMON

Bentuknya ramping, indah, dagingnya pink muda dan enak dimakan. Tapi sayangnya mahal, soalnya masih import.
INI WANITA KARIR.....
IKAN SAPU-SAPU
Jenis ini murah dan selalu nempel dikaca akuarium. Kalo udah nempel, susah banget lepasnya.
INI CEWEK SMU......
IKAN LELE
Kalo yang ini harganya murah dan bisa dimakan kapan saja. Tapi hati-hati, ada patilnya.
INI CEWEK PANGGILAN... ....
IKAN ARWANA
Kalo yang ini senangnya bolak balik diakuarium memperlihatkan kesombongan dan keangkuhan karena tau tubuhnya indah, langkahnya lemah gemulai memancing mata nakal melihatnya di manapun dia bergaya....
So pasti harganya sangat mahal kalau ingin memilikinya, dan belum tentu yang punya ngasih....
INI CEWEK PERAGAWATI DAN ARTIS SINETRON.... ....
IKAN MAS KOKI
Nah, ini juga jenis ikan lumayan mahal, indah bentuknya, warnanya dan lenggak-lenggoknya. Sayangnya hanya bisa dikagumi, tak bisa dimakan, karena ikan hiasan.....
INI BINI ORANG.......
IKAN TERI
Rasanya asin, murah, bentuk dan rasanya begitu- begituuu... saja. Selalu enak dimakan kalau lagi tidak ada sayur atau tidak ada lauk yang lainnya....
INI BINI SENDIRI....

Kenapa KingKong?
Kenapa King Kong digunakan untuk nama Kera atau Monyet Raksasa, mengapa tidak mengunakan Great Ape, King Monkey, Giant Ape, Giant Monkey atau yang lainnya?Menurut ahli bahasa kata King Kong berasal dari bahasa Inggris dan bahasa latin, yang berarti Raja Monyet, King berarti Raja dan Kong (bahasa latin) berarti monyet.Berikut kata yang terkait dengan Kong: Kong Guan artinya Biskuit Monyet (Kong artinya Monyet dan Guan nama merk biscuit). Ngong Kong artinya Monyet Jongkok, Ngong artinya duduk/jongkok (bahasa sanskerta). Kong Kali Kong artinya Banyak Monyet (Monyet x Monyet = Banyak Monyet).Kong Res (Kongres), artinya Monyet Ngumpul (Res dari bahasa Inggris singkatan dari residu/sisa yang terkumpul).

Read More......